Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Mei 2010

JAWABAN PALING TEPAT

SATU TAMPARAN MENJAWAB TIGA PERTANYAAN
Seorang murid bertanya kepada gurunya, “Ada tiga pertanyaan yang mengganjal di pikiranku, dan menurutku ini adalah petanyaan yang cukup sulit” Ungkapnya. “Silakan tanya saja, Insya-Allah, saya coba membantu.” Sambut sang guru. “Baiklah. Pertama, jika Allah  itu memang ada, tolong tunjukkan wujudnya. Kedua, apakah takdir itu? Dan ketiga, kalau syetan diciptakan dari api, tetapi mengapa Allah  menyiksa dengan memasukkannya ke dalam neraka yang juga terbuat dari api?”
Sampai di situ, sang guru langsung menampar pipi muridnya dengan keras. “Itulah jawaban dari semua pertanyaan kamu.” Kata guru. “Maksudnya?” “Bagaimana tamparan saya? Sakit?” “Tentu saja” “Jadi kamu percaya dengan adanya sakit?” “Itukan biasa.” “Sekarang tunjukkan wujud sakit itu.” Si murid diam. “Itulah jawaban atas pertanyaan kamu yang pertama. Allah itu ada. Bukti-buktinya terasa. Hanya kita tidak mampu melihatnya. Sebelumnya, apakah kamu bermimpi atau setidaknya memperkirakan bahwa hari ini kamu kena tampar?” Sang murid menggeleng. “Itulah takdir. Selanjutnya pipi kamu dilapisi apa?” “Kulit.” “Tangan ini?” “Kulit.” “Itulah jawaban pertanyaan kamu yang ketiga.”

Dikutip dari dari tulisan Muhammad Zaha al-Farisi dalam bukunya “Like Father Like Son”

Kamis, 29 April 2010

Sikapmu Sekarang Menentukan Nasibmu di Masa Mendatang

Karma
*Saiful Anwar

Dikutip dari kitab Juz ad-Duûri bab Ahkâmu ash-Shibyân”: Dari Zaid bin Abbas bin Aslam, bahwa suatu ketika ia keluar dari masjid, tiba-tiba ia melihat seorang pemuda mencekik leher orang tua. Dan ternyata yang dicekik adalah ayahnya sendiri. Orang-orang mengerumuninya. Zaid bin Aslam berkata, ‘Biarkan ia, karena aku pernah melihat orang tua ini mencekik leher ayahnya di tempat ini’.”
Badruddin bin Qadi Syuhbah berkata, “Cerita ini di dalamnya terkandung pelajaran.”
Dalam cerita lain dijelaskan bahwa Abd Malik bin Umair al-Lahmi al-Kufi berkata, “Aku melihat di istana ini—ia menunjuk istana kerajaan di Kufah—kepala Husain bin Ali di ujung perisai Ubaidillah bin Ziyad, lalu aku melihat kepala Ubaidillah bin Ziyad di ujung perisai al-Mukhtar bin Abi Ubaid bin Mas’ud, kemudian aku lihat kepala Mukhtar di ujung perisai Mush’ab, dan aku lihat kepada Mush’ab di atas ujung perisai Abd Malik bin Marwan. Aku ceritakan kejadian itu kepada Abd Malik, ia pun ciut dan meninggalkan perkumpulannya. Aku berkata, “Allah adalah sang raja di hari pembalasan.
Dijelaskan dalam Shahih Bukhari, “Al-dîn adalah balasan, baik dalam kebaikan atau kejelekan. Engkau akan di balas sesuai perbuatanmu.” Hadits ini adalah hadits Mursal, dan râwinya terpercaya.
-Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ...Balasan kejelekan adalah kejelekan pula...
-Ahli fikih menyatakan, “Dunia adalah hutang yang harus ditebus.”
-Kalangan sufi mengatakan, “Yang menanam, ia adalah yang akan menuai.”
-Orang bijak berkata, “Hukum karma pasti berlaku.”